Suporter Timnas Argentina Masuk Lima Besar Pembelian Tiket Piala Dunia 2018

Para pecinta bola dari Amerika Latin menjadi yang tercepat dalam membeli tiket Piala Dunia 2018 di Rusia mendatang. Hal tersebut diberitakan oleh badan sepak bola dunia, FIFA. Asosiasi Bola Internasional ini mengungkapkan sekitar 394.433 tiket sudah dijual dan 216.134 lainnya disiapkan untuk fans tuan rumah.

Sampai saat ini, para penonton dari Amerika Serikat merupakan pembeli paling banyak dari suporter negara lainnya yang membeli 16.642 tiket walau timnas mereka tak berhasil masuk ke babak putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Dari jumlah para penonton Amerika Serikat yang sudah mendapatkan tiket Piala dunia 2018 tersebut, komunitas Hispanik, penduduk Amerika yang berasal dari negara berbahasa Spanyol di Amerika Latin dan Spanyol, menjadi yang paling besar persentasenya.

Terdapat lima negara pembeli tiket ke Rusia nanti adalah sebagai berikut timnas Argentina yakni sebanyak 15.006, timnas Kolombia yakni 14.755, timnas Meksiko yakni 14.372, timnas Brasil yakni 9.962, serta timnas Peru yakni 9.766.

Timnas Jerman sendiri yang merupakan juara bertahan di Piala Dunia yang lalu, berada di peringkat paling tinggi di Eropa dalam hal pembelian tiket, yakni sekitar 5.974 lembar. Sementara itu, para pecinta bola dari Cina sebanyak 6.598, Australia sebanyak 5.905, dan India sebanyak 4.509 masuk ke 10 besar dalam daftar negara pembeli tiket Piala Dunia 2018. Cina dan India sejatinya tak masuk ke babak selanjutnya Piala Dunia.

FIFA belum mengungkapkan secara rinci Prediksi Bola total tiket sebanyak 1.698.049 sampai saat ini. Jadwal terakhir penjualan tiket sudah dibuka kembali di tanggal 18 April yang lalu.

Hajar San Marino 8 Gol Tanpa Balas, Italia Dinilai biasa Saja

Hajar San Marino 8 Gol Tanpa Balas, Italia Dinilai biasa Saja

Tim Nasional Italia memulai jeda Internasional dengan hasil yang sangat baik, berhadapan dengan San Marino, Gli Azzurri sukses mengemas delapan gol tanpa balas. Kendati demikian, pelatih Giampiero Ventura tidak terlalu terkesan dengan hasil yang menurutnya biasa saja tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, menurut Ramalan skor Gli Azzurri berpesta delapan gol tanpa balas. Striker berbakat AC Milan Gianluca Lapadula mendonasi hat-trick, sementara Simone Scuffet, Federico Chiesa, Andrea Conti dan Domenico Berardi melakoni debut mereka di pertandingan tersebut bagi Italia.

Meski menganggap bahwa performa para pemainnya terbilang biasa saja dalam kemenangan luar biasa tersebut, tapi pelatih Giampiero Ventura tetap menyanjung timnya, terkait fakta bahwa mereka mampu memainkan pertandingan sesuai dengan instruksi, terlebih melihat fakta bahwa tim tersebut didominasi oleh para pemain muda debutan.

“Sebenarnya hasil besar ini tidak masuk dalam hitungan performa bagus kami, karena faktanya kami berhadapan dengan sebuah tim yang tidak sedang berada dalam level tertinggi, Ada sejumlah pemain yang datang dari kamp Latihan, mereka berhasil menunjukka keinginan dan tekad yang besar untuk bermain di Tim Nasional”

“Kami tampil bagus, terlepas dari hasil akhir, sistem yang kami terapkan dalam sesi latihan berjalan dengan sangat baik. Sinyal yang diberikan anak-anak didik saya menjelaskan ke saya bahwa mereka memang berambisi untuk menang.” ujar sang juru taktik seperti dikutip RAI.

Lebih lanjut, Ventura berkomentar tentang keberadaan para pemain muda dalam skuat Gli Azzurri saat ini. Menurut sang manajer, mereka memiliki bakat yang hebat dan bisa jadi sosok bintang gli Azzurri di masa mendatang.

“Saya tidak tahu apakah para pemain ini akan berguna ketika menghadapi Spanyol. Akan tetapi, beberapa dari mereka tentu saja akan menjadi bagian dari skuat timnas di masa yang akan datang. Mereka semua punya bakat yang bagus, tapi mereka juga harus sadar, bahwa di depan ada jalan yang sangat panjang menanti.” tandasnya.

Jorge Sampaoli Resmi Jadi Pelatih Timnas Argentina

Jorge Sampaoli Resmi Jadi Pelatih Timnas Argentina

Akhirnya, setelah selama beberapa pekan terakhir ini hanya terdengar sebagai rumor, pelatih Sevilla, Jorge Sampaoli benar-benar meninggalkan Ramon Sanchez Pizjuan, untuk menerima tawaran tugas melatih tim nasional Argentina dari federasi sepakbola AFA.

Seperti diketahui, tim Nasional Argentina memang tidak ditangani oleh pelatih manapun setelah beberapa waktu lalu mereka resmi memecat Edgardo Bauza, menyusul serangkaian hasil buruk yang didapat tim tango pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol. Beberapa kandidat menguap ke permukaan, termasuk salah satunya eks pelatih Timnas Chile, Jorge Sampaoli, yang diklaim sebagai kandidat terkuat.

Awalnya, menurut kabar yang terdengar, Sevilla enggan melepas manajer tim utama mereka, sebagaimana klub masih berhak atas kontrak satu tahun yang masih mengikat Sampaolli. Namun, pada akhirya klub La Liga Spanyol tersebut merelakan kepergian manajer mereka, dengan kesepakatan awal bersama AFA telah tercapai. Hal ini dikonfirmasi Sevilla lewat situs resminya.

“Jorge Sampaoli tidak lagi dikontrak Sevilla FC mulai malam ini setelah klub, AFA dan Sampaoli menandatangani dokumen yang menjamin Sevilla membayar klausul pelepasan pelatih Argentina tersebut. Sevilla FC mendoakan yang terbaik untuk petualangan barunya dan berterima kasih atas servis yang ia berikan sepanjang musim 2016/17.” Demikian Pernyataan resmi dari sevilla.

Sebagai informasi, Jorge Sampaoli adalah sosok pelatih asal Argentina yang sebelumnya menukangi Tim Nasional Chile, membawa Vidal cs menjadi kampiun di ajang Copa America 2015 lalu, mengalahkan Argentina yang akan ditanganinya dalam waktu dekat.

Tentu saja, tugas berat menanti Sampaoli sebagaimana Argentina sejauh ini belum sepenuhnya aman dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol. Tapi, terlepas dari itu, timnas Argentina akan berhadapan rival abadinya, timnas Brazil pada laga persahabatan yang akan dilangsungkan di Australia pada 9 Juni mendatang.

Manchester City resmi perpanjang Kontrak Yaya Toure

Manchester City resmi perpanjang Kontrak Yaya Toure

Setelah diragukan bakal bertahan di Etihad, gelandang asal Pantai Gading, Yaya Toure, akhirnya memastikan masa depannya bersama dengan Manchester City. Kepastian ini bisa dikonfirmasi pihak klub Premier League, setelah tercapainya perpanjangan kontrak selama satu musim ke depan.

Seperti diketahui, semenjak Era Guardiola bergulir, masa depan Yaya Toure di Etihad memang diragukan, sebagaimana manajer asal Spanyoll tersebut kerap kali memposisikannya di bangku cadangan. Namun, semenjak Citizen kehilangan Ilkay Gundogan yang menepi karena cedera, akhirya Yaya Pun kembali dipercaya untuk menempati pos lini tengah.

Perlahan, performanya memuaskan sang manajer, dan turut berkontribusi atas sukses Manchester City dalam mengamankan tempat di tiga besar klasemen dan lolos ke babak Group Liga Champions Eropa musim depan. Situasi tersebutlah yang kemudian membuat pihak Manchester City memutuskan untuk menambah ekstensi kontrak Yaya Toure satu musim ke depan.

Hal ini dikonfirmasi pihak Manchester City lewat direktur olahraga klub, Txiki Begiristain.

“Yaya adalah pelayan fantastis untuk Manchester City dan terus menjadi anggota penting dalam skuat Pep Guardiola. Ia salah satu pemain paling berpengalaman dan pemain populer dan kami tidak sangat senang ia bertahan dengan kami karena kami memulai apa yang kami harap akan menjadi musim yang sangat menarik. Yaya menjadi sentral kesuksesan yang kami alami dalam tujuh tahun terakhir dan ia memiliki bagian penting musim depan.” demikian pernyataan direktur sepakbola Txiki Begiristain dalam laman resmi klub.

Adapun, Yaya sendiri mengaku senang karena dia akhirya bertahan di manchester City. Dia mengaku mendapat panggilann dari Txiki dan Pep Guardiola, untuk berbicara mengenai rencana masa depan.

“Saya senang. Saya bilang kepada diri sendiri perjalanan di City belum usai dan ketika saya menerima panggilan dari Txiki dan bicara dengan sang manajer saya sangat gembira. ” Kata Toure menimpali.

Radamel Falcao Resmi Perpanjang Kontrak di Atletico

Radamel Falcao Resmi Perpanjang Kontrak di Atletico

Setelah sempat diragukan bakal dipertahankan klub, akhirnya Striker Internasional Kolombia, Radamel Falcao, dipastikan bakal tetap berkostum AS Monaco musim depan, sebagaimana kesepakatan kontrak baru telah dicapai el tigre denga klub Kerajaan.

Falcao, 31 tahun, bergabung dengan AS Monaco sejak tahun 2013 silam, usai ditebus seharga 63 juta Euro dari Atletico Madrid. Sebenarnya musim pertamanya bersama The Red and White berjalan cukup baik, namun terganggu cedera di akhir musim. Masalah finansial klub juga memaksa sang pemain untuk dikirim ke Manchester United sebagai pemain pinjaman. Karirnya di Inggris terkatung-katung, meski sempat dipinjam Chelsea selama semusim.

Pada musim panas tahun lalu, Falcao kemudian kembali ke Stade Louis, dan dia akhirnya menemukan kembali bentuk terbaiknya bersama klub kerajaan. Musim ini, El tigre membantu AS Monaco dalam memenangkan titel Ligue 1 Prancis untuk pertama kali sejak tahun 2000 silam lewat torehan 21 gol dari 29 penampilan. Pada kampanye musim ini, Falcao juga turut membantu klub dalam melangkah sampai ke babak semifinal Liga Champions Eropa.

Bintang internasional Kolombia ini juga subur di Liga Champions, terbukti lewat tujuh gol yang digelontorkannya seiring skuat Leonardo Jardim secara mengejutkan mendepak Manchester City dan Borussia Dortmund sebelum langkah mereka terhenti di semi-final oleh Juventus.

Awalnya, kontrak Falcao hanya tersisa sampai tahun 2018 mendatang, dan diyakini pihak AS Monaco tidak akan memperpanjang kontrak sang pemain Kolombia. Tapi, setelah pihak klub merasa puas dengan performa el Tigre di sepanjang kampanye musim 2016/17 ini, akhirnya kontrak baru dilayangkan untuk sosok pemain berusia 31 tahun tersebut.

Menurut rilis resmi dari pihak AS Monaco, yang bersangkutan telah menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun dengan klub, yang artinya dia akan bertahan di Stade Louis sampai tahun 2020 mendatang.

Tiga Raksasa Premier League Yang Pernah Ditolak Buffon

Tiga Raksasa Premier League Yang Pernah Ditolak Buffon

Penjaga gawang veteran Juventus, Gianluigi Buffon, baru-baru ini mengungkapkan tiga klub raksasa Liga Primer Inggris yang pernah mendekatinya untuk digiring ke Tanah Britania Raya. Tentu saja, kita semua tahu bagaimana respon sang kiper 39 tahun terkait tawaran tersebut, karena jelang masa pensiunya, Buffon tak pernah sekalipun berpindah dari Juventus.

Seperti diketahui, Buffon memang merupakan salah seorang penjaga gawang terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepakbola. Konsistensinya bermain di level atas pada usianya saat ini yang sudah tidak muda lagi bisa dikatakan sebagai salah satu kunci bagi Juventus untuk memenangkan sejumlah gelar bergengsi. Bahkan musim ini, Buffon yang sudah berusia 39 tahun, membantu klub mempertahankan titel Scudettto untuk kali ke enam secara beruntun, dan satu trofi Coppa Italia kali ketiga secara beruntun.

Sepanjang karirnya sebagai pemain dulu, terutama saat masih sangat muda, ada banyak tawaran yang datang kepada Buffon, termasuk tiga diantaranya berasal dari Premier league. Bahkan, raksasa Manchester United sempat mendatanginya ketika masih berkostum Parma, namun Buffon memilih tidak mengambil keputusan tersebut, karena sepenuhnya loyalitasnya cuma untuk Juventus.

Kemudian juga ada Manchester City yang diketahui Buffon sempat mendekat ke Juventus menurut berita bolauntuk menggaetnya.

“Dari yang saya tahu, ada tiga klub Inggris yang serius dalam pendekatannya terhadap saya, Dua dari mereka tertarik pada saya ketika saya masih di Parma, dan saya tahu Alex Ferguson serta Arsene Wenger bertanya soal saya – dan kemudian, ketika Manchester City diambil alih, saya tahu mereka mendekati Juventus.”

“Ada banyak alasan mengapa transfer [ke Inggris] itu tidak terjadi. Sekalipun Liga Primer itu adalah liga yang spesial, saya selalu ingin untuk tetap loyal terhadap Juventus. Saya sudah mendulang banyak kesuksesan di sini. Saya tidak ingin pindah.” ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Selain mengawinkan dua gelar domestik, Buffon juga akan mencicipi partai final Liga Champions Eropa bersama dengan Juventus akhir pekan nanti, Minggu (04/06) di cardiff Stadium, Wales.

Cristiano Ronaldo Inginkan James Rodriguez Bertahan

Cristiano Ronaldo Inginkan James Rodriguez Bertahan

Pentolan Real Madrid turut mendapat pertanyaan mengenai polemik masa dengan gelandang Internasional Kolombia, James Rodriguez di Santiago Bernabeu. Ternyata, secara pribadi, bintang Portugal sendiri menginginkan Eks pemain AS Monaco itu bertahan di Madrid, tapi dia menyerahkan semua keputusan kepada James sepenuhnya.

Sebenarnya, situasi James di Real Madrid mulai diragukan sejak sang pemain Kolombia tersingkir dari skuat utama di musim kemarin. Dibawah Rezim Zidane, gelandang Internasional Kolombia ini kalah bersaing untuk mendapat kesempatan bermain sebagai starter. Sempat juga terdengar isu yang mengaitkan eks Monaco dengan sejumlah klub pada bursa transfer tahun 2016 lalu, namun dia akhirnya memilih bertahan di Santiago Bernabeu.

Berharap bisa mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak musim ini, tapi situasi yang kurang lebih sama justru dialami James. Dari 22 kali tampil di ajang la Liga Spanyol, Pemain Internasional Kolombia hanya turun 12 kali sebagai starter. Tak Heran jika rumor kepindahannya kembali mengemuka, dengan raksasa Liga Primer Inggris, Manchester United, disebut sebagai sosok yang meminati sosok berusia 25 tahun tersebut.

Cristiano Ronaldo yang merupakan salah satu rekan setim James di Real Madrid, turut mendapatkan pertanyaan mengenai situasi eks pemain FC Porto tersebut. Secara pribadi, Cristiano Ronaldo merasa bahwa James masih memiliki sesuatu untuk diberikan kepada Real Madrid, jadi baiknya dia bertahan.

“James memiliki alasan sendiri untuk pergi dan kita harus menghormatinya, Jika ia tidak merasa bahagia dan ingin lebih, maka ia harus melihat yang terbaik untuknya. ”

“Jika ia meminta opini saya, saya akan bilang kepadanya untuk tetap tinggal. Ia memiliki keluhan dan hal terbaik adalah ia lebih sering bermain, tapi hal ini sangat personal. Ia memiliki potensi main untuk Madrid, tapi ia memiliki alasan dan kita harus menghormatinya.” kata Ronaldo kepada La Sexta.

Darren Fletcher Resmi Gabung Stoke City

Darren Fletcher Resmi Gabung Stoke City

Sosok berusia 33 tahun itu mengaku senang karena proses kepindahannya menuju Stoke City berlangsung sangat cepat. Fletcher juga senang karena akan kembali dihadapkan dengan tantangan baru.

Mantan gelandang Manchester United, Darren Fletcher, kembali pindah klub, setelah melalui dua musim sebagai pemain West Bromwich Albion, gelandang berusia 33 tahun itu dipastikan membela Stoke City mulai kampanye musim 2017/18 mendatang. Sebagaimana pernyataa resmi klub, yang bersangkutan diikat kontrak berdurasi dua tahun.

Darren Fletcher, 33 tahun, pindah ke West Bromwich Albion pada bursa transfer musim panas tahun 2015 lalu, setelah kontraknya dengan Manchester United berakhir. Bersama The Baggies, eks pemain timnas Inggris ini diikat kontrak berdurasi dua tahun, dan akhirnya kontraknya pun berakhir pada 30 Juni 2017 mendatang, sementara pihak West Bromwich Albion tidak memperpanjang kontrak sang pemain.

Tidak perlu berlama-lama bagi Fletcher untuk menemukan klub baru, karena Stoke city bersedia menampungnya, bahkan diikat kontrak berdurasi dua tahun oleh klub Liga Primer inggris tersebut. Mengenai kepindahannya ini, eks Manchester United mengaku sangat senang.

“Ini semua terjadi begitu cepat, namun saya senang berada di sini, Ini adalah klub yang fantastis yang memiliki manajer top dan deretan pemain hebat, jadi saya sangat menantikan kesempatan ini.”

“Saya sendiri menikmati waktu saya bersama West Bromwich Albion dan menikmati setiap momen bersama Manchester United, namun ini adalah tantangan baru bagi saya, dan saya ingin menyambut tantangan baru tersebut sebaik mungkin.” Demikian ujar Fletcher sebagaimana dilansir situs resmi Stoke City.

Adapun, selama membela West bromwich Albion, Fletcher sendiri mencatatkan tak kurang dari 97 caps di semua ajang dan mencetak enam gol diantaranya. Sebelumnya, sang pemain adalah sosok andalan bagi Manchester United, namun kerap kali perkembangannya terganggu cedera.

Juventus Sudah Siapkan Kawalan untuk Cristiano Ronaldo

Juventus Sudah Siapkan Kawalan untuk Cristiano Ronaldo

Fakta bahwa Cristiano Ronaldo adalah salah seorang striker terbaik dunia saat ini membuat lini pertahanan tim lawan dipaksa bekerja keras. Dia dianggap sebagai ancaman nyata bagi setiap tim yang akan berhadapan dengan Real Madrid, termasuk Juventus yang akan dijumpai Los Blancos pada Final Liga Champions Eropa minggu besok (04/6).bTapi, pihak Bianconneri sendiri sudah mempersiapkan kawalan khusus untuk pria asal Portugal tersebut.

Sebagaimana diketahui, meski bisa terbilang kurang moncer pada kampanye musim 2016/17 ini, tapi harus tetap diakui bahwa cristiano Ronaldo adalah sosok pembeda dalam laga-laga krusial. Sejauh ini, dia telah mengemas 36 gol dari total 42 penampilan di semua ajang bersama Los Blancos, catatan itu membawa tim arahan Zidane menguasai klasemen La Liga, dan melangkah sampai ke babak final Liga Champions Eropa.

Maka tak heran, menurut penuturan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, Bianconneri telah mempersiapkan taktik khusus untuk mengawal sosok berusia 32 tahun tersebut. Menurut sang pemain Italia, sosok Cristiano Ronaldo saat ini juga menjalani peran yang tidak lagi sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dia bermain sebagai striker tengah, dengan sedikit pergerakan di depan gawang, tapi tetap mematikan.

“Saya menilai, gaya bermain dia telah berubah drastis, Sekarang, dia lebih seperti tipe striker tengah dibandingkan [Karim] Benzema yang notabene striker tengah. Dia tidak perlu membuat ruang yang lebar untuk merepotkan barisan pertahanan dan penjaga gawang.”

“Jadi, dengan aspek-aspek ini, kami akan memperhatikan dia tingkat tinggi. Dia adalah pemain terbaik. Seperti pemain lainnya, dia melalui musim yang fantastis dan seluruh pemain Real dan Juve berpeluang menentukan final yang indah.” buka Marchisio kepada jurnalis.

Adapun, pertandingan final tersebut sendiri akan digelar pada Minggu dinihari WIB Mendatang, 4 Juni 2017 di cardiff’s Stadium, Wales. Bagi Juventus, ini adalah final kedua dalam tiga tahun terakhir, sedangkan bagi Real Madrid, ini adalah final ketiga dalam empat tahun terakhir.

Legenda Arsenal Tak Sabar Lihat Bale Kembali ke Premier League

Legenda Arsenal Tak Sabar Lihat Bale Kembali ke Premier League

Martin Keown, salah seorang legenda Arsenal ini menuturkan bahwa dirinya cukup tertarik, dan tidak sabar untuk menyaksikan kembali aksi winger cepat asal Wales, Gareth Bale di ajang Liga Primer Inggris, menyusul isu transfer kepindahan pemain 27 tahun itu menuju Manchester United pada bursa musim panas ini.

Sebenarnya, situasi Gareth Bale di Santiago Bernabeu tidak terlalu buruk, sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada tahun 2013 silam dengan berhasil menjadi transfer termahal sejagat ketika itu, Bale langsung menjadi bagian penting dari Los Blancos. Dia membantu klub La Liga dalam mengamankan dua titel Liga Champions Eropa, satu Copa del rey dan La Liga, serta masing-masing dua trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia antarklub.

Namun, fakta bahwa Bale yang selalu berada dibelakang kebintangan Cristiano Ronaldo, dan pelatih Zinedine Zidane yang mulai mengandalkan sosok Isco di sektor sayap, membuat posisinya di Madrid semakin tak menentu. Cerita lama kepindahannya menuju Manchester United pun kembali mengemuka, dengan pihak Setan Merah yang dipercaya siap menebus klausul pelepasan Bale di Madrid senilai 72,3 Juta poundsterling pada musim panas ini.

Terkait isu kembalinya Bale menuju Liga Primer Inggris ini disambut baik oleh Legenda Arsenal, Martin Keown. Namun demikian, dia tidak menyarankan winger berusia 27 tahun itu unguk meninggalkan Real Madrid.

“Akan sangat menarik untuk melihat Gareth Bale datang ke Manchester United – meski saya tidak menyarankannya untuk keluar dari Real Madrid,”

“Pada Sabtu nanti dia bisa meraih medali Liga Champions ketiganya. Dia mungkin dinilai tidak mampu menahbiskan dirinya sebagai No. 1 di Real Madrid, namun dia ada di atas sana bersaing dengan [Cristiano] Ronaldo, yang merupakan salah satu pesepakbola terbaik di dunia.” ujarnya dalam sesi tanya jawab di Daily Mail ketika ditanya pemain mana yang ingin ia lihat di Liga Primer musim depan.

Bale sendiri saat ini masih terikat kontrak hingga tahun 2022 mendatang di Real Madrid, dengan klausul pelepasan senilai 72,3 Juta Poundsterling.